About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 26 Agustus 2013

Merasakan kehadiran gaib

Wahai anakku : Bila kamu ingin merasakan hal-hal gaib, baik itu berupa gambaran tentang sesuatu, bisikan, perlambang, atau kehadiran makhluk gaib, kamu boleh menggunakan cara-cara berikut ini :
1. Ambil wudhu terlebih dahulu.
2. Duduk bersila menghadap kiblat. (bila memungkinkan)
3. Letakkan kedua telapak tanganmu di atas lututmu.
4. Berdo’alah memohon izin pada Allah
5. Selama proses ini tetaplah bernafas seperti biasa, kalau kamu mampu atur sedemikian rupa agar tarikan nafasmu tidak mengganggu konsentrasimu.
6. Konsentrasikan perhatianmu pada seluruh inderamu.
7. Perhatikan apa yang muncul dalam kosentrasimu.
8. Usahakan atau berlatih semampumu, jangan memaksakan diri.
Wahai anakku : Dalam berlatih usahakan ada teman yang menyertaimu, karena hal itu akan membantumu dalam menyimpulkan apa yang berhasil kamu tangkap dalam konsentrasimu.
Wahai anakku : Bila kamu dan temanmu berhasil, maka bersyukurlah pada Allah dan sekaligus mohon bantuan pada-Nya, karena keberhasilanmu itu membawa konsekuensi yang tidak ringan.
Wahai anakku : Bila kamu belum berhasil, jangan menganggap itu sebuah kegagalan.
dan kamu harus ingat wahai anakku, pemahamanmu ataupun kemampuanmu dalam hal gaib itu tidak menunjukkan keberhasilanmu dalam beragama. Karena hal itu adalah sesuatu yang wajar bagi semua manusia tanpa memandang agama.

Belajar ilmu Gaib

Wahai anakku : Aku melihat dirimu ada kecenderungan menyukai hal gaib, sebenarnya hal itu wajar, karena kamu dikaruniai hati dan perasaan, yang mana keduanya lebih peka terhadap hal gaib.
Wahai anakku : selama kamu duduk dihadapanku, mungkin kamu merasa gurumu ini tidak mengajarkan kepadamu hal gaib, ketahuilah anakku, ilmu gaib yang kamu kira bisa engkau pelajari dariku itu sebenarnya sudah ada pada dirimu termasuk manusia yang lain. Karena hal itu merupakan pemberian dari Allah yang menciptakan manusia, sebagaimana Allah telah memberimu Panca Indera.
Wahai anakku : Ada orang yang oleh Allah dibuat tajam pandanganny ada pula yang dibuat tidak, ada yang dibuat peka telinganya adapula yang tidak adayang dibuat kuat tubuhnya adapula yang lemah, begitu juga ilmu gaib, ada yang dibuat peka ada yang tidak.
Wahai anakku : Ketertarikanmu dan teman-temanmu pada hal gaib itu sudah merupakan keberhasilanmu dalam hidup ini. Mengenai nanti bagaimana itu sudah diluar jangkauan gurumu ini. gurumu tidak bisa memberikan ilmu itu, karena ilmu itu bukanlah sesuatu yang bisa diminta atau diberikan oleh seseorang, hanya dirimu sendiri dan Allah yang mampu membangkitkan ilmu itu.
Wahai anakku : maka dari itu gurumu ini hanya berharap ketekunanmu dalam belajar agama padaku, dan kesungguhanmu berkhidmat pada Allah.
Wahai anakku : Janganlah keinginanmu belajar gaib itu memadamkan keinginanmu belajar agama, bila itu terjadi maka kamu sendiri akan menyesal, dan gurumu ini akan menangisinya.

Hukum Ilmu Ghaib, melihat ghaib.

Mengenai Ilmu Ghaib, Wahai anakku sarihun : Berhati-hatilah dalam memberi hukum ilmu ghaib (melihat makhluk ghaib), terlebih lagi jangan sembarangan menghukumi musrik pada orang yang dikaruniai kesempatan dapat melihat makhluk ghaib. Bukankah manusia itu merupakan makhluk yang memikul amanah sebagai kholifah di bumi ? tentu kamu tahu bahwa kenyataannya di alam ini terdiri dari berbagai makhluk baik yang tampak oleh indera dhohir kita maupun yang tidak tampak.
Wahai anakku : Bukankah ketika kamu baru lahir, kamu tidak bisa melihat apa-apa walaupun mata kamu sudah terbuka ? baru kemudian sedikit demi sedikit Allah memberimu penglihatan gntuk  menunjukkan kepadamu berbagai ciptaan-Nya di dunia. Walau demikian bila Allah menghendaki, ada sebagian dari kita yang indera penglihatannya tetap ditutup oleh Allah sehingga ia tidak melihat ciptaan Allah di dunia ini. Begitu pula indera ke enam, bila Allah menghendaki, maka sedikit demi sedikit Allah akan membukanya untuk menunjukkan pada kita ciptaan Allah yang berupa Ghaib. Jadi hukumilah indera keenam itu sama dengan indera penglihatan kita atau lebih mudahnya kedua-duanya tidak mengandung hukum boleh atau tidak boleh, musryik atau tauhid, keduanya adalah karunia-Nya. Hanya pemanfaatan keduanya itulah yang mengandung konsekuensi hukum Allah, kamu manfaatkan untuk apa itulah yang diberi hukum.
Dan yang perlu kamu ketahui , Nabi Muhammad  Shollallahu’alaihiwasalam juga dikarunia penglihatan ghaib. Jadi bila ada diantara temanmu yang dikarunia ilmu ghaib, ajaklah ia memanfaatkan atau menggunakan sesuai dengan Bagaimana Nabi Muhammad shollallahu’alaihiwasalam memanfaatkannya.

Bersahabat dengan JIN/gaib

Sarihun anakku: Mengenai bersahabat dengan Jin ataupun gaib atau pun khodam, Gurumu ini hanya menyarankan berhati-hatilah, sama dengan kamu bersahabat dengan manusia, maka dengan gaib atau Jin bersikaplah sama, dalam hal ini tetaplah kamu memakai adab berkawan menurut tuntunan Islam. Dengan kawanmu tentunya Islam mengajarkan untuk tidak berlaku aniaya/dzolim. misal :
1. Dengan kawanmu tentunya kamu tidak akan berlaku dengan perbuatan yang menyakiti hati teman.
2. Bila kamu mempunyai sesuatu (misal Rokok) tentu kamu akan dengan senang hati berbagi dengan teman, begitu pula bila kamu mempunyai minyak wangi usahakan kamu dengan senang hati memakai minyak yang disukai Jin/gaib. misik, ja’faron , tapi jangan berlebihan .
3. Usahakan kamu menyelesaikan masalahmu dengan usaha sendiri dan berharap pertolongan Allah, kamu jangan membebani temanmu /gaib dengan permintaan.
4. Sebagaimana manusia, gaib/jin juga tidak luput dari kesalahan, maka usahakan untuk saling mengingatkan, jangan sekali-kali berprinsip apa yang dikatakan gaib itu selalu benar, cek dulu dengan Ajaran Islam.
5. Umumnya gaib/jin bila berkawan dengan kita, ia akan meminta sebuah rumah biasanya batu akik atau keris , bila itu tidak memberatkan, sebaiknya kamu belikan saja.
6. Janganlah kamu mempunyai ketergantungan pada kawanmu, baik itu manusia atau gaib.
7. Perkuat keyakinanmu pada Allah dan perdalam ajaran Islam dengan sungguh-sungguh, karena biasanya gaib/Jin akan mengajak kamu ke berbagai pengalaman gaib yang membutuhkan keteguhan iman dan keyakinan.
8. Biasanya jin/gaib itu oleh Allah dikaruniai kemampuan melebihi kita, oleh karena itu usahakan dirimu berlatih untuk sabar dan bersukur.
Sarihun anakku :  ini  saja yang dapat kusampaikan padamu, bila kamu menginginkan lebih banyak keterangan maka bacalah Alqur’an, di sana sudah dirinci dengan gamblang.

Pentingnya Belajar Gaib

Sarihun anakku : Jikalau dalam dirimu muncul sebuah pertanyaan “Seberapa penting Belajar Ilmu Gaib itu ?”. maka saya akan berikan padamu sedikit alasan pentingnya belajar gaib. Diantaranya :
1. Salah satu rukun iman adalah percaya adanya gaib. Bagaimana kamu akan menjaga keyakinanmu bila kamu buta akan pengetahuan gaib ? Dengan ilmu gaib, maka keyakinanmu akan semakin kuat karena kamu menyaksikan sendiri perihal gaib.
2. Belajar gaib akan sangat membantumu, sehingga kamu mampu dan sanggup membedakan mana yang takhayul dan mana yang benar-benar  khasanah kegaiban.
3. Belajar gaib akan memungkinkan kamu membedakan mana bisikan nafsumu yang cenderung kearah kerusakan, dan mana bisikan syetan yang jelas nyata sesatnya.
4. Dengan memahami gaib, kamu akan lebih menghargai kehidupan ini.
5. Dengan berbekal pengetahuan gaib, akan sangat membantumu menyelami luas dan dalamnya samudera ilmu Al-qur’an.
6. Dengan ilmu gaib kamu akan memehami berbagai tipu daya syetan, baik JIN ataupun Manusia.
7. Belajar gaib memungkinkan kamu akan terhindar dari kekosongan waktu, dimana di waktu luangngmu yang biasanya hanya untuk bermain dan melamun bisa kamu isi dengan memperdalam hal gaib.
8. Menambah sahabat, karena persahabatan adalah sangat penting, dimana ketika semua teman manusiamu sudah terlalu sibuk dengan urusan dunia, kamu bisa menjalin persahabatan dengan gaib (Malaikat). dan tentunya bersahabat yang masih dalam batas yang diijinkan oleh Agama.
9. Setiap manusia menjelang ajalnya akan terlebih dahulu oleh Allah diperkenalkan hal-hal gaib tanpa terkecuali entah manusia itu semasa hidupnya percaya atau ingkar akan gaib. tentunya kamu tidak akan terkejut dengan itu semua bila semasa hidupmu kamu sudah belajar dan yakin hal-hal gaib.
Sarihun anakku :Tentu masih banyak dasar-dasar pentingnya belajar gaib, dan yang perlu kamu ingat selalu adalah Allah menguasai seluruh yang nyata dan gaib.  Wallahu ‘alam.

Mendeteksi isi pusaka

Ada beberapa cara mendeteksi isi pusaka, diantaranya adalah :
1. Ambil wudhu (bagi muslim) untuk menunjukkan aura Islam , sehingga bila dalam pusaka itu ada khodam/isian, ia bisa mengenali bahwa kita seorang beragama islam.
2. Pegang pusaka dengan tangan kanan, usahakan perasaan yang ada tidak mengunggulkan pusaka tersebut.
3. Sambil memegang pusaka bacalah do’a atau ayat-ayat Al-Qur’an sehingga isi pusaka juga merasakan keberuntungan mendengarkan bacaan kita.
4. Konsentrasikan seluruh indera perasa kita.
5. Rasakan apa yang muncul, baik itu rasa panas/dingin, atau penampakan. (penampakan belum tentu wujud asli isi pusaka)
Tapi jangan sekali-kali meremehkan isi pusaka yang berhasil kita deteksi, baik kecil atau besar tetaplah bersikap hormat. Boleh jadi isi pusaka kecil dipandangan kita namun besar dipandangan orang lain.
Tentunya masih banyak cara yang lain.

Cara memakai cincin akik isian/berhodam

Sebenarnya cara memakai cincin  akik isian/berkodham itu tidak ada standar  yang pasti, tapi yang pasti memang ada perbedaan dengan bila kita memakai cincin accesoris. Biasanya si pemberi cincin baik itu orang pinter atau gaib pasti akan memberi tahu bagaimana cara memakainya. Namun bila terpaksa anda belum mempunyai caranya, anda bisa memakai cara-cara berikut ini :
1. Sebelum dipasang di jari, bacalah Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallah La Haula Walaa Quwwata illa billah.
2. Pasang di jari manis anda pada tangan kanan.
3. Aturlah angan-angan anda sehingga anda tidak terpaku pada cincin , bersikaplah sebagaimana ketika anda tidak memakai cincin.
4. Ketika berjabat tangan dengan seseorang, berjabatlah dengan kedua tangan anda dan sebisa mungkin tangan kiri anda menyentuh bagian bawah tangan orang tersebut,.. saat inilah biasanya isian atau khodam akan memberikan informasi mengenai orang tersebut kepada anda, namun yang lebih sering anda akan merasakan dingin pada telapak tangan kiri anda, bisa sedikit dingin atau sangat dingin.
5. Bila anda akan masuk kamar mandi/wc lepaslah cincin anda. bila anda tergolong seorang pelupa sebaiknya cincin ditaruh di saku celana saja.
6. Bila anda akan berwudhu anda juga harus melepas cincin anda karena dikhawatirkan menghalangi sampainya air wudhu ke kulit jari anda. Setelah wudhu ambillah cincin anda dan basuhlah dengan air kemudian cincin dipakai kembali , setelah anda membaca do’a selesai berwudhu usaplah wajah anda dan sisa air yang ada di telapak tangan anda usapkan pula ke cincin anda.
7. Usahakan anda selalu sedia minyak wangi,. jenis minyak tergantung kesukaan isian. dan olesi cincin anda dengan minyak tersebut, usahakan diolesi minyak setiap akan dipakai.
8. Usahakan pula anda memperbanyak amalan, karena biasanya isian pada cincin mudah lepas, entah karena faktor kelalaian anda atau memang ada orang lain yag mengambil isian tersebut.
Cara di atas berlaku untuk yang beragama islam, untuk yang lain saya tidak tahu.
Wallahu a’lam.